Bappenas, Kemenkopangan, dan FAO Dorong Pangan Akuatik, Dukung Ketahanan Pangan Indonesia

LINGKAR INSPIRASI – Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, didukung oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) meluncurkan rencana aksi bersama untuk memajukan pangan akuatik Indonesia sebagai bagian dari upaya mencapai ketahanan pangan dan gizi secara berkelanjutan.

Rencana aksi bersama ini menjabarkan strategi multisektoral untuk memastikan budidaya perikanan, perikanan tangkap dan pengelolaan rantai nilai yang berkelanjutan, serta meningkatkan ketahanan iklim bagi jutaan masyarakat pesisir dan akuakultur Indonesia untuk menjamin mata pencahariannya.

“Rencana aksi bersama ini merupakan salah satu langkah awal dalam membangun komitmen yang lebih kuat, sebagai rujukan untuk tindak lanjut pelaksanaan ke depan.

Melalui peluncuran dokumen ini, kami berharap pangan akuatik dapat semakin berperan dalam meningkatkan gizi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan,” ujar Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo, Rabu (10/9).

Pangan akuatik merupakan bagian penting dari agenda Blue Transformation yang digagas oleh FAO melalui kerangka strategis FAO 2022-2031. Transformasi ini diarahkan pada tiga aspek utama, yaitu produksi yang lebih baik, gizi yang lebih baik, serta lingkungan dan kehidupan yang lebih baik.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan, Indonesia merupakan produsen ikan terbesar kedua di dunia pada 2022, dengan produksi lebih dari 20 juta ton per tahun. Sektor perikanan menyumbang sekitar USD 32,11m miliar atau 2,6 persen dari PDB Indonesia pada 2022, dengan lebih dari 3,7 juta rumah tangga mengandalkan sektor ini sebagai sumber pendapatan utama mereka.

“Sumber daya pangan akuatik Indonesia yang luas dan beragam memiliki banyak keunggulan, antara lain manfaat nutrisinya yang melimpah, serta dampak lingkungan dan harganya yang relatif lebih rendah dibandingkan pangan hewani lainnya. Dengan mengembangkan pangan akuatik secara maksimal, kita dapat mencapai ketahanan pangan dan gizi tanpa mengorbankan lingkungan dan penghidupan masyarakat,” ujar Deputi Bidang Sumber Daya Kelautan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Dandy Satrya Iswara.

Dokumen rencana aksi bersama ini merupakan hasil proses konsultasi selama dua tahun yang melibatkan para pemangku kepentingan di tingkat nasional dan regional, menyusul pembentukan Kemitraan Aksi Agenda Biru Nasional (National Blue Agenda Actions Partnership/NBAAP) pada 2022 yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, yang kini dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan, bersama Kementerian PPN/Bappenas, PBB di Indonesia, serta mitra pembangunan lainnya.

Berbagai langkah ini mencakup penciptaan lingkungan yang kondusif untuk mendorong konsumsi domestik pangan akuatik, terutama di daerah dengan tingkat malnutrisi tinggi, hingga mengembangkan rantai pasok pangan akuatik yang berkelanjutan, adaptif, dan inklusif yang didukung dengan penelitian dan inovasi.

“Ada kebutuhan mendesak akan pendekatan terpadu dan kolaboratif dalam mengembangkan sektor pangan akuatik Indonesia. Memajukan pangan akuatik Indonesia berarti memberdayakan jutaan petani kecil di komunitas pesisir, termasuk perempuan dan pemuda, baik dalam proses panen maupun pascapanen,” ujar Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste Rajendra Aryal.

Dengan adanya rencana aksi bersama ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus melestarikan sumber daya laut. Kolaborasi lintas sektor dan dukungan para mitra pembangunan diharapkan dapat menjadi fondasi bagi terwujudnya sistem pangan akuatik yang sehat, berkelanjutan, dan inklusif, demi masa depan gizi dan kesejahteraan bangsa.***

Related Posts

Kecam Maraknya Kekerasan Siswa terhadap Guru, dr. Hj. Erni Daryanti, M.Biomed Desak Pemerintah Segera Sahkan UU Perlindungan Guru

LINGKAR INSPIRASI – Dunia pendidikan Indonesia kembali diguncang oleh aksi kekerasan yang memprihatinkan. Rentetan kasus perundungan dan penganiayaan terhadap tenaga pendidik yang berupaya menegakkan kedisiplinan kini mencapai titik kritis. Menanggapi…

Jelang Kongres PPI, Wadir Sebut Pilih Direktur Berdasarkan Program Bukan Hasutan atau Ujaran Kebencian

LINGKARINSPIRASI – Menjelang pelaksanaan Kongres Pemuda Parlemen Indonesia (PPI), Wakil Direktur Politik dan Riset PPI, Juan Turpyn, mengajak seluruh rekan PPI untuk menjaga iklim demokrasi yang sehat, rasional, dan berorientasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You Missed

Kecam Maraknya Kekerasan Siswa terhadap Guru, dr. Hj. Erni Daryanti, M.Biomed Desak Pemerintah Segera Sahkan UU Perlindungan Guru

  • By Jo Cha
  • January 29, 2026
  • 5 views

Jelang Kongres PPI, Wadir Sebut Pilih Direktur Berdasarkan Program Bukan Hasutan atau Ujaran Kebencian

  • By Jo Cha
  • January 23, 2026
  • 3 views
Jelang Kongres PPI, Wadir Sebut Pilih Direktur Berdasarkan Program Bukan Hasutan atau Ujaran Kebencian

Senator Mirah Midadan Fahmid Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Dompu

  • By Jo Cha
  • January 15, 2026
  • 3 views
Senator Mirah Midadan Fahmid Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Dompu

GKR Hemas Tegaskan Penguatan Peran DPD RI dalam Legislasi dan Kebijakan Daerah

GKR Hemas Tegaskan Penguatan Peran DPD RI dalam Legislasi dan Kebijakan Daerah

Serap 1.143 Aspirasi Daerah, DPD RI Matangkan Agenda Prioritas Sub Wilayah Barat II

Serap 1.143 Aspirasi Daerah, DPD RI Matangkan Agenda Prioritas Sub Wilayah Barat II

PBMI Laporkan ke Menpora Program dan Agenda Muaythai 2026

PBMI Laporkan ke Menpora Program dan Agenda Muaythai 2026