Lingkar Inspirasi – Anggota Komisi VI DPR RI Firnando H. Ganinduto menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Danantara, badan investasi milik negara yang baru dibentuk pemerintah.
Ia mengingatkan agar lembaga tersebut tidak menjadi birokrasi baru atau wadah politik terselubung di bawah label investasi nasional.
“Danantara bisa memperkuat investasi negara, asal tidak jadi birokrasi baru atau kantong politik. Harus profesional dan transparan,” kata Firnando dalam wawancara bersama Jaringan Promedia, Selasa (7/10/2025).
Menurut politisi Partai Golkar itu, keberadaan Danantara pada dasarnya bisa menjadi instrumen penting untuk meningkatkan nilai dan efisiensi aset-aset BUMN, selama tata kelolanya dijalankan dengan prinsip good corporate governance dan bukan sekadar perpanjangan tangan kekuasaan.
“DPR akan mengawasi betul arah investasinya agar sesuai dengan kepentingan nasional, bukan kepentingan kelompok,” ujarnya.
Jaga Kepercayaan Publik
Firnando menekankan, keberhasilan Danantara sangat bergantung pada kepercayaan publik. Ia menilai masyarakat harus bisa melihat dengan jelas bagaimana lembaga tersebut menyalurkan investasi, mengelola aset, dan memilih mitra strategis.
“Kalau Danantara ingin dipercaya, semua keputusan investasinya harus bisa diuji secara terbuka. Jangan sampai publik melihatnya sebagai wadah baru untuk proyek-proyek elitis yang tidak menyentuh ekonomi rakyat,” katanya.
Selain soal transparansi, Firnando juga menilai Danantara berpotensi mempercepat investasi di sektor strategis jika diarahkan dengan benar.
Lembaga ini, katanya, bisa menjadi katalis untuk proyek hilirisasi, infrastruktur, dan energi terbarukan yang membutuhkan pembiayaan besar dan manajemen modern.
“Kalau Danantara bisa menjembatani antara modal negara, sektor swasta, dan investor asing dengan tata kelola yang baik, itu akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global,” tutur Firnando.






