LINGKAR INSPIRASI – Anggota MPR RI atau senator dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) Mirah Midadan Fahmid, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada kelompok masyarakat petani dan buruh. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan di kalangan akar rumput, khususnya mereka yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian nasional.
Acara yang dilaksanakan di Aula Pertemuan Kel. Karang Baru, Kec. Selaparang, Kota Mataram ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari kelompok tani, serikat buruh, tokoh masyarakat, dan pemuda.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai pentingnya Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara.
Dalam sambutannya, Mirah Midadan Fahmid menegaskan bahwa petani dan buruh memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional. Mereka tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi, tetapi juga berperan penting menjaga persatuan bangsa.
“Petani adalah penjaga kedaulatan pangan, sementara buruh adalah penggerak industry dan pembangunan. Jika nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan tertanam kuat di dada para petani dan buruh, maka bangsa ini akan semakin kokoh dalam menghadapi tantangan zaman,”ujar Mirah.
Selain memberikan materi, acara juga menghadirkan sesi diskusi interaktif. Dalam forum tersebut, para petani menyampaikan berbagai persoalan seperti fluktuasi harga hasil panen, keterbatasan akses pupuk, dan ketergantungan pada tengkulak. Sementara itu, buruh mengutarakan isu tentang upah layak, kondisi kerja, hingga jaminan perlindungan tenaga kerja.
Mirah menekankan bahwa seluruh tantangan tersebut harus diselesaikan dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan persatuan yang menjadi roh dari Pancasila.
Dalam paparannya, Mirah juga menyinggung tantangan globalisasi, perubahan iklim, dan era digitalisasi yang semakin memengaruhi sektor pertanian dan ketenagakerjaan. Menurutnya, nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan merupakan landasan moral sekaligus pedoman praktis untuk menjawab tantangan tersebut.
“Kita tidak boleh goyah oleh derasnya arus perubahan global. Petani dan buruh harus berpegang pada jati diri bangsa. Pancasila mengajarkan keadilan sosial, UUD 1945 menjamin hak-hak warga, NKRI meneguhkan persatuan, dan Bhinneka Tunggal Ika menyatukan keberagaman kita,”jelas Mirah.
Kegiatan ini ditutup dengan pernyataan komitmen para peserta untuk mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari. Baik petani maupun buruh bertekad menjadikan semangat kebangsaan sebagai landasan dalam bekerja, berorganisasi, dan berinteraksi di tengah masyarakat.
Mirah berharap sosialisasi ini tidak berhenti hanya pada tataran seremonial, melainkan mampu menumbuhkan gerakan nyata di lapangan.
“Dengan menguatkan pemahaman Empat Pilar di kalangan petani dan buruh, kita sedang memperkuat fondasi bangsa. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi. Bila petani dan buruh kuat, maka Indonesia akan kuat,”pungkasnya.***






